Jumat, 17 Juni 2011

Bila Bayi Jatuh, Apa yang Harus dilakukan.?


Brak..! Waduh, bayi Anda jatuh dari tempat tidur. Tak perlu panik berlebihan. Cepat dan tepat bertindak sangat baik bagi bayi Anda untuk meminimalisir hal tak diinginkan.

Ketika bayi jatuh, lumrah saja jika orangtua panik. Namun jika Anda panik berlebihan dan berkepanjangan, repot juga mengingat risiko anak jatuh semakin besar seiring pertumbuhan dan perkembangan keterampilan motoriknya. Ia bisa jatuh kapan saja dan di mana saja

Di rumah, misalnya, bayi bisa jatuh dari tempat tidur, kursi, atau tangga, atau jatuh terpeleset karena menginjak sesuatu yang licin. Bila bayi Anda kebetulan mengalami jatuh seperti ini, segera atasi rasa panik Anda. Dan lakukan langkah-langkah berikut.
1. Segera bawa ke dokter, klinik atau rumah sakit, apalagi bila bayi tidak sadarkan diri. Tindakan ini merupakan prinsip utama bila anak di bawah usia 2 tahun jatuh. Alasannya, antara lain, karena tulang kepalanya mudah retak dan berisiko mengalami perdarahan di dalam.
2. Beritahukan dokter hal-hal yang Anda lihat atau temukan saat bayi jatuh dan menangis. Bila tidak menangis, buat dia menangis.
- Periksa ada benjolan atau tidak yang bisa diketahui dengan meraba seluruh bagian kepalanya. Benjolan yang harus diwaspadai adalah yang terletak di samping kepala belakang kiri atau kanan.
- Gerak wajahnya simetris atau tidak? Bila tidak, misalnya bibirnya miring bisa merupakan tanda terjadi perdarahan di dalam kepala.
- Gerak atau aktivitas kaki dan tangannya simetris atau tidak? Bila tidak, mungkin tulangnya ada yang retak atau patah.
3. Ikuti saran dokter yang akan memeriksa tubuh bayi secara menyeluruh dari kepala sampai kaki.
• Bila ada benjolan di kepala, dokter kemungkinan akan meminta si kecil menjalani pemeriksaan CT-scan untuk mengetahui sejauh mana trauma yang dialami. Hasil pemeriksaan ini bisa menunjang hasil pengamatan Anda sebelumnya.
• Bila ada tulang yang retak atau patah, dokter biasanya akan melakukan tindakan konservatif, seperti memasang pelindung tulang atau gips agar tulang yang patah tidak bertambah parah. Biasanya pada anak-anak sangat jarang dilakukan tindakan operasi.
• Bila ada memar, yakni bengkak dan warna kulit berubah jadi kebiru-biruan karena perdarahan di bawah lapisan kulit atau lapisan yang lebih dalam lagi, Anda disarankan mengompresnya dengan es batu yang dibungkus handuk selama lebih kurang 15 menit. Tindakan ini bisa mengurangi rasa nyeri dan bengkak. Biasanya tanpa obat pun perdarahan yang ada akan diserap oleh tubuh.
• Bila ada luka gores ringan dan mengeluarkan darah sedikit cukup dicuci dengan air bersih yang mengalir dan sabun antiseptik untuk menghilangkan kotoran dan membunuh bakteri.
• Bila ada luka dan mengeluarkan darah cukup banyak, tekan luka dengan kain kasa bersih agar perdarahan berhenti. Cuci luka dengan air bersih yang mengalir dan sabun antiseptik. Lalu oleskan cairan antiseptik dan tutup dengan plester.
4. Bila dizinkan pulang, tanyakan apa saja yang perlu diperhatikan. Beberapa hal yang biasanya dokter minta ibu memperhatikan anak selama 3x24 jam adalah kondisi benjolan, misalnya mengecil atau malah membesar, dan kondisi bayi, misalnya apakah mengalami perubahan pola tidur, atau bagian ubun-ubunnya menjadi tegang yang menandakan terjadinya perdarahan. Bayi yang mengalami gejala-gejala ini harus segera dibawa ke rumah sakit. Sebaliknya, bila tidak ditemukan gejala-gejala ini, maka bayi Anda baik-baik saja atau kemungkinan besar tidak terjadi sesuatu yang serius.

Sumber:http://www.ayahbunda.co.id/Artikel/Bayi/Gizi+dan+Kesehatan/cepat.tangani.bayi.yang.terjatuh/001/001/1537/51/1

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar