- Mengajar balita adalah sebuah keistimewaan
Ini yang harus ditanamkan dalam benak setiap Ibu, bahwa mengajarkan balitanya adalah sebuah keistimewaan. Jadi, gunakanlah keistimewaan ini dengan baik. Jika orangtua tidak memiliki minat atau keinginan yang kuat untuk melakukan hal ini, lebih baik jangan lakukan sama sekali, karena hasilnya menjadi tidak maksimal. - Bicara dengan jelas, tegas, dan antusias
Cara ini akan membuat balita dapat mendengarkan apa yang dikatakan oleh orangtua dengan jelas. Dengan begitu ia dapat menyerap stimulasi yang diberikan dengan lebih baik. - Rileks
Sekali lagi, lakukanlah stimulasi pada balita dengan rileks, santai, dan tidak tergesa-gesa. Jangan merasa tertekan, jangan merasa harus segera melihat hasil yang akan dicapai. Lakukanlah semua dengan senang hati. Saat memberikan stimulasi, nikmatilah saat bersama balita. - Percayai balita Anda
Harus diketahui, balita sangat mempercayai orangtuanya. Kini saatnya orangtua mempercayai balita. Percayalah bahwa balita memiliki kemampuan yang besar untuk belajar sesuatu. Oleh sebab itu, orangtua harus merespon ini dengan positif. Beri kesempatan balita untuk belajar segala sesuatu tanpa meragukan kemampuannya. - Terus berikan informasi baru
Balita amat menyukai informasi baru. Oleh sebab itu, perlihatkanlah balita sesuatu yang baru, sesuatu yang belum pernah dilihatnya,
Selasa, 05 Juli 2011
Memotivasi Balita dalam Belajar 10 Tips
Jumat, 01 Juli 2011
Cara Mengatahui Bakat Anak
Cara yang dilakukan adalah terus-menerus mengasah bakat melalui latihan. Bakat tidak akan berkembang bila tak ada penguat, sehingga kemudian hilang. Selain bakat, mereka juga mempunyai minat terhadap bidang yang digeluti. Adanya minat juga akan menguatkan bakat tersebut.
Sedikit Bantuan
Bagaimana bisa mengetahui kalau anak kita berbakat? Menurut Dra. Clara Kriswanto, MA, CPBC, psikolog dari Jagadnita Consulting, anak-anak yang berbakat umumnya lebih cepat menguasai bidang tertentu dibanding anak lain, tanpa mengeluarkan usaha keras.
Contohnya anak yang berbakat menyanyi, akan lebih mudah mengenali not, ketajaman nadanya juga bagus. Anak yang berbakat dalam bidang linguistik atau bahasa, bisa meniru atau menghafal bahasa asing lebih cepat.
Begitu anak yang mempunyai bakat menggambar atau melukis. Kualitas garis yang dimiliki anak tersebut akan terlihat lebih halus. Mereka mengerti warna, komposisi yang dibuat juga lebih bagus dan menarik.
Anak yang berbakat juga bisa mempelajari sesuatu dengan cara berbeda dibanding anak lain. “Anak berbakat hanya memerlukan sedikit bantuan dari orang dewasa. Mereka kerap memecahkan masalah dengan caranya sendiri,” ungkap perempuan yang menyelesaikan MA dalam bidang Applied Anthropology & Community and Youth Work Goldsmith College University of London.
Anak yang senang mengutak-atik mainan merupakan wujud dari minatnya terhadap benda tersebut. Baginya, mengutak-atik mainan merupakan eksplorasi dari keingintahuannya lebih lanjut.
Anak yang mempunyai bakat biasanya juga mampu memotivasi diri sendiri untuk mempelajari hal-hal yang sangat disukainya. Anak yang senang bermain piano atau berenang tak hanya berlatih saat gurunya datang. Mereka akan berlatih piano atau berenang tanpa disuruh.
“Idealnya, bakat yang dimiliki oleh anak sejalan dengan minatnya. Dengan begitu, potensi atau kemampuan yang dimiliki anak akan tergali secara optimal, sehingga anak mampu berprestasi,” tutur Clara.
Bangkitkan Minat
Sayangnya tak semua bisa berjalan beriringan antara bakat dan minat. Ada anak berbakat yang ternyata tidak berminat dengan bakat yang dimilikinya. Bila ini terjadi, kata psikolog lulusan UI ini, diperlukan dukungan lebih banyak dari orangtua, agar bakat anak bisa terasah secara optimal.
Kalau tidak mendapat dukungan dari orangtua
8 Cara Menstimulasi Kecerdasan Bayi dalam Kandungan
Minggu, 26 Juni 2011
Manfaat Bermain Puzzle
Yang perlu diperhatikan orang tua adalah kemampuan tiap anak berbeda. Biasanya anak yang sejak dini sudah dikenalkan dengan puzzle akan lebih mahir dan terbiasa bermain puzzle. Oleh karena itu, para orang tua yang akan memilih puzzle untuk anaknya, jangan berdasarkan umur, tetapi bergantung kepada kemampuan si buah hati. Umumnya, anak-anak yang kuat kemampuan visualnya, akan lebih mudah dan cepat menyelesaikan permainan ini.
permainan puzzle memiliki banyak manfaat untuk buah hati anda, yaitu :
- Meningkatkan kemampuan berpikir dan membuat anak belajar berkonsentrasi. Saat bermain puzzle, anak akan melatih sel-sel otaknya untuk mengembangkan kemampuan berpikirnya dan berkonsentrasi untuk menyelesaikan potongan-potongan kepingan gambar tersebut.
- Melatih koordinasi tangan dan mata. Puzzle dapat melatih koordinasi tangan dan mata anak untuk mencocokkan keping-keping puzzle dan menyusunnya menjadi satu gambar. Puzzle juga membantu anak mengenal dan menghapal bentuk.
- Meningkatkan Keterampilan Kognitif. Keterampilan kognitif (cognitive skill) berkaitan dengan kemampuan untuk belajar dan memecahkan masalah. Puzzle adalah permainan yang menarik bagi anak balita karena anak balita pada dasarnya menyukai bentuk gambar dan warna yang menarik. Dengan bermain puzzle anak akan mencoba memecahkan masalah yaitu menyusun gambar.
- Belajar bersosialisasi. Dua anak yang bermain bersama-sama tentunya butuh diskusi untuk merancang kepingan-kepingan gambar dari puzzle tersebut. Anak yang lebih besar akan merasa senang jika dapat membantu anak yang lebih kecil, sebaliknya pun begitu, jadi akan tercipta suasana yang nyaman dan terciptanya interaksi ketika bermain.
Tugas Orangtua
Tugas anda sebagai orang tua adalah mendampingi mereka dan memberikan kesempatan pada anak anda untuk berusaha sendiri menyelesaikan puzzle tersebut. Bila si kecil mengalami kesulitan, anda bisa memberikan arahan kepada anak anda. Namun apabila si kecil sudah mulai terlihat frustasi dan tidak bisa melanjtukan permainannya, anda bisa menawarkan untuk menghentikan permainannya dan ajak ia beristirahat atau melakukan aktivitas yang lain. Hal ini menunjukkan bahwa kemampuan anak anda belum sampai ke tingkat kesulitan seperti itu, lain waktu anda bisa memberi puzzle yang tingkat kesulitannya lebih mudah. Jika anak anda berhasil menyelesaikan puzzle tersebut, berikanlah ia pujian. Kemudian tanyakanlah seputar gambar yang telah berhasil ia selesaikan, untuk mengetahui sejauh apa dia memahami gambar tersebut.
Rabu, 22 Juni 2011
Tanda-tanda si Kecil Butuh Tidur Siang
- Si kecil menunjukan gelagat mengantuk atau bahkan tertidur saat menjalankan aktifitas di siang hari.
- Si kecil menolak diajak tidur siang, namun saat dibawa ke ranjangnya langsung tertidur pulas. Biasanya gelagat ini di sertai sikap si kecil yang uring-uringan sepanjang hari.
- Sebelumnya si kecil lebih sabar, namun menjelang siang, tiba-tiba ia jadi mudah emosi terhadap apapun.
- Si kecil lebih cengeng saat siang hari hingga menjelang sore, dibandingkan pada pagi hari.
- Keseimbangan tubuhnya jadi lebih labil dan kemampuan koordinasinya berkurang, misalnya ia jadi lebih mudah terjatuh, sulit memakai celananya sendiri, atau bahkan jadi tidak bisa menyelesaikan puzzle yang biasa diselesaikan dengan mudah.
- Si kecil menunjukan tanda-tanda kelelahan seperti menguap, mengucek mata, lemas, dan matanya terlihat berair.
- Si kecil menjadi lebih hiperaktif disiang hari, dan tidak bisa duduk dengan tenang.
- Saat tidur malam sikecil jadi sering terbangun dengan marah-marah atau uring-uringan, jika siangnya tidak diajak tidur siang.
Selasa, 24 Mei 2011
Twitter dan Facebook Dapat Merusak Perkembangan Otak Anak
Media online seperti facebook dan twitter merupakan situs jejaring sosial yang sudah sangat akrab dan menjadi bagian dari gaya hidup. Para pengguna situs jejaring sosial tersebut seperti sudah keranjingan menggunakannya berlama-lama setiap hari. Meskipun tujuan awalnya baik, namun bila berlebihan tentunya akan memberikan dampak yang negatif, terutama bagi anak-anak. Terkait dampak negatif yang ditimbulkan media online bagi anak-anak, ada sebuah penelitian di Universitas Oxford bidang ilmu saraf, yang menyebutkan bahwa media online khususnya situs jejaring sosial seperti facebook dan twitter ternyata dapat menimbulkan dampak yang mengkhawatirkan pada perkembangan otak anak-anak.
Sebagaimana yang dikutip dari Daily Mail, Susan Greenfield, salah satu peneliti di Universitas Oxford tersebut menyebutkan bahwa Facebook dan twitter dapat menurunkan daya konsentrasi pada anak, memberikan kecenderungan anak-anak untuk menjadi lebih “self centred” (egosentris) dan mendorong anak-anak untuk belajar menggapai segala macam kepuasan yang bersifat instan.
Anak-anak yang terobsesi dengan internet atau media online juga beresiko sangat besar untuk mengalami gangguan dalam berkomunikasi. Kegiatan interaksi sosial seperti chatting, message, atau up-date status lewat facebook yang tak mengharuskan anak bertatap muka langsung saat berbicara akan menurunkan kemampuan verbal dan interaksi sosial anak-anak. Padahal, interaksi sosial langsung merupakan hal penting yang sangat diperlukan anak-anak untuk mengasah kemampuan bahas dan sosialisasi dalam dunia nyata.
Kemampuan interaksi anak-anak masih berkembang dan dunia maya tidaklah sama dengan dunia nyata. Interaksi dunia maya yang terlalu berlebihan justru akan mengurangi kesempatan anak untuk mengasah kemampuan interaksi mereka di dunia nyata. Interaksi dunia maya yang terlalu berlebihan justru akan memperbesar kemungkinan anak lebih banyak terekspos hal-hal negatif yang sangat marak hadir di dunia online, seperti pornografi, kekerasan, penipuan, penculikan, dan lainnya.
Kecanggihan teknologi lewat facebook atau twitter tanpa disadari dapat menyedot semua waktu dan perhatian anak sepanjang hari hanya untuk berinteraksi dengan sesama temannya lewat aktivitas up date status, upload foto, video, dan lainnya. Lebih banyak waktu yang terbuang sia-sia dan percuma. Pada akhirnya, otak anak yang masih belum matang tidak bisa berkembang baik sehingga bisa berefek buruk bagi perkembangan intelejensi, sosial-emosional, dan psikis anak.
Tidak terlarang bagi anak-anak untuk mengenal kecanggihan teknologi, komputer, ataupun dunia online. Namun, di usia anak-anak dimana otaknya masih berada dalam tahapan proses berkembang, anak-anak lebih membutuhkan interaksi sosial langsung dengan dunia sekitar. Hal ini amat penting selain akan memperkaya memori dan pengalamannya, juga dapat membantu menghubungkan sinaps-sinaps pada sel otak. Kemampuan verbal dan bahasa anak juga akan lebih berkembang karena sering berinteraksi langsung dengan orang lain di sekitarnya.
Jadi, sebagai orang tua hendaklah kita lebih bijak dalam memperkenalkan berbagai kecanggihan teknologi kepada anak-anak. Jangan lupa tetap dampingi dan selalu berikanlah arahan kepada anak-anak selama beraktivitas di dunia online.
Rabu, 04 Mei 2011
8 Gaya Orang Tua Mengasuh Anak, AndaTermasuk Yang Mana...?
Lalu bagaimanakah gaya para orangtua dalam mengasuh anak-anak mereka untuk menjadikan anak-anak mereka menjadi Superkid? Menurut Professer Elkind, ada delapan gaya orangtua dalam mengasuh anak-anaknya.Kedelapan gaya tersebut adalah:
1.Gourment Parents (Orangtua borju)
Mereka adalah kelompok pasangan muda yang sukses dan mereka akan cenderung merawat anak-anaknya seperti merawat karier dan harta mereka.Penuh ambisi dan menginginkan ank menjadi superkids merupakan bukti dari kehebatan mereka sebagai orang tua.
Kelompok ini memakaikan ank-anaknya baju-baju mahal bermerek terkenal, memasukkan kedalam program-program eksekutif yang prestisius.Jika suatu saat kita melihat sebuah sekolah yang halaman parkirnya dipenuhi oleh berbagai merek mobil terkenal, maka itulah sekolah banyak kelompok orang tua borju menyekolahkan anak-anaknya.
2. College Degree Parents (Orangtua Intelek)
Orang tua intelek sangat peduli dengan pendidikan anak-anaknya.Mereka percaya pendidikan yang baik merupakan pondasi dari kesukssesan hidup.Kelebihan kelompok ini adalah sangat peduli dan kritis terhadap kurikulum yang dilaksanakan di sekolah anak-anaknya.Dan dalam banyak hal mereka banyak membantu dan peduli dengan konsisi sekolah.
3. Gold Medal Parents (Orangtua Selebritis)
Kelompok ini adalah kelompok orangtua yang menginginkan anak-anaknya menjadi competitor dalam berbagai gelanggang.Mereka ingin anak anak mereka menjadi unggul dalam olah raga, artis, atau penyanyi yang pada akhirnya malah membawa dampak buruk pada si anak.Gold medal parent menimbulkan banyak bencana pada anak- anak mereka.
4.Do-it Yourself Parent
Merupakan kelompok orangtua yang mengasuh anak-anaknya secara alami dan menyatu dengan semesta.Kelompok ini menyekolahkan anak-anaknya di sekolah negeri yang tidak begitu mahal dan sesuai dengan keuangan mereka.Walaupun demikian mereka pun juga bermimpi menjadi anak-anaknya Superkids.
Dalam kehidupan sehari-hari anak-anak mereka diajak mencintai lingkungannya.Mereka jua mengajarkan merawat dan memeliha hewan atau tumbuhan yang mereka sukai.Kelompok ini merupakan kelompok penyanyang binatang dan mencintai linkungan hidup bersih.
5. Outward Bound Parents ( Orangtua Paranoid)
Kelompok ini lebih memprioritaskan pendidikan yang dapat memebri kenyamanan dan keseamatan kepada anak-anaknya.Mereka mengaharapkan anak-anaknya menjadi anak yang hebat agar dapat melidungi diri mereka dari berbagai macam marabahaya.Ketidakpatutan pemikiran kelompok ini dalam mendidik anak-anaknya adalah bahwa terlalu berlebihan melihat marabahay di luar rumah tangga mereka, mudah panic dan ketakutan melihat situasi yang selalu mereka piker akan membawa dampak buruk kepada anak.
6. Prodigy Parents (Orangtua instant)
Merupakan kelompok orangtua yang sukses dalam karier namun tidak memiliki penddikan yang cukup.Mereka memandang kesuksesan mereka di dunia bisnis merupakan bakat semata.Oleh karena itu mereka memandang sekolah dengan sebelah mata, hanya sebagai kekuatan yang akan menumpulkan kemampuan anak-anaknya.Mereka juga memandang anak-anaknya akan hebat dan sukses seperti mereka tanpa memikirkan pendidikan seperti apa yang cocok diberikan kepada anak-anaknya.Buku-buku cara mendidik anak sangat mereka sukai.Misalnya buku tentang “Kiat-Kiat Mengajarkan Bayi Membaca, dan lain-lain.
7. Encounter Group Parents (Orangtua ngerumpi)
Merupakan kelompok orangtua yang memiliki dan menyenangi pergaulan.Mereka menyukai dan sangat mementingkan nilai-nilai relationship dalam membina hubungan dengan orang lain.Sebagai akibatnya kelompok ini sering melakukan ketdakpatutan dalam mendidik anak-anak dengan berbagia perilaku “gang ngerumpi” yang terkadang mengabaikan anak.Kelompok ini banyak membuang-buang waktu dalam kelompoknya sehingga mengabaikan fungsi mereka sebagai orangtua.
8. Milk And Cookies Parents (Orangtua ideal)
Kelompok ini memiliki kehidupan masa kecil yang sehat dan manis.Mereka cenderung menjadi orangtua yang hangat dan menyanyangi anak-anak dengan tulus.Mereka juga sangat peduli dan mengiringi tumbuh kembang anak-anak mereka dengan penuh dukungan.
Mereka memenuhi rumah tangga mereka dengan bukubuku, lukisan dan musik yang disukai oleh anak-anaknya.Mereka berdiskusi di ruang makan, bersahabat dan menciptakan lingkungan yang menstimulasi anak-anak mereka untuk tumbuh mekar segala potensi dirinya.Mereka begitu yakin bahwa anak membutuhkan suatu proses dan waktu untuk dapat menemukan sendiri keistimewaan yang dimiliki.Dengan kata lain mereka percaya bahwa anak sendirilah yang akan menemukan sendiri kekuatan di dirinya.Bagi mereka setiap anak adalah benar-benar seorang anak yang hebat dengan kekuatan potensi yang juga berbeda dan unik.
Apabila seseorang menyimpan banyak kenangan indah di masa kecilnya, maka kelak seluruh kehidupannya akan terselamatkan.Bahkan apabila hanya ada satu saja kenangan indah yang tersimpan dalam hati kita, maka itulah kenangan yang akan memberikan satu hari untuk keselamatan kita.
Minggu, 13 Februari 2011
10 Cara Menjadi Ayah Yang Lebih Baik
1. Hormati ibu dari anak-anak : Salah satu cara terbaik yang dapat dilakukan oleh seorang ayah untuk anak-anaknya yaitu menghargai ibu mereka. Ayah dan ibu yang saling menghargai satu sama lain, dan memperlihatkan hal tersebut kepada anak-anaknya, akan secara otomatis membentuk lingkungan yang aman dan nyaman bagi mereka. Saat anak-anak melihat orang tuanya saling menghargai satu sama lain, mereka akan merasa lebih diterima dan juga dihargai.
2. Luangkan waktu untuk bersama dengan anak-anak : Bagaimana seorang ayah meluangkan waktu menunjukkan seberapa penting mereka baginya. Jika anda kelihatan selalu sibuk untuk bersama mereka,... mereka akan merasa diabaikan apapun juga alasan yang anda sampaikan. Mencintai dan meluangkan waktu bersama mereka kadang kala berarti mengorbankan hal lain, tetapi hal tersebut akan sangat berarti. Anak-anak tumbuh dengan sangat cepat dan kesempatan yang terlewatkan akan hilang selamanya.
3. Dengarkan apa yang ingin mereka sampaikan : Seringkali ditemukan seorang ayah berbicara pada anaknya hanya ketika mereka melakukan suatu kesalahan. Oleh karena itu banyak anak-anak yang ngeri ketika ibunya berkata, "Ayahmu ingin berbicara..." Mulailah berbicara dan ngobrol dengan anakmu sejak mereka masih sangat kecil agar subjek/topik yang sulitpun akan dapat dibicarakan saat mereka tumbuh dewasa. Luangkan waktu dan dengarkan ide-ide juga permasalahan mereka.
4. Disiplinkan Dengan Rasa Cinta dan Kasih Sayang : Seluruh anak membutuhkan arahan, nasehat dan disiplin, bukan hukuman. Hukuman tetap diperlukan dalam mendisiplinkan mereka, tetapi tetapkanlah batasan yang tepat. Ingatkan kepada mereka akibat dari perbuatannya dan berikan hadiah atau pujian jika mereka berkelakuan dengan baik dan benar. Seorang ayah yang mendisiplinkan anaknya secara tenang namun tegas memperlihatkan perhatian dan rasa kasih sayang bagi anak-anak.
5. Jadilah Panutan (Role Model) : Disadari atau tidak, setiap ayah menjadi panutan bagi anaknya. Seorang anak perempuan yang sering menghabiskan waktu bersama ayah yang menyayanginya akan tumbuh dan mengetahui bahwa dirinya berhak untuk diperlakukan dengan hormat dan baik oleh lelaki, dan figur serta nilai apa yang dicari pada suaminya nanti. Ayah dapat mengajarkan anak laki-lakinya mengenai hal-hal yang penting dalam kehidupan dengan cara mempraktekkan dan memperlihatkannya kepada mereka, seperti kejujuran, kemanusiaan juga tanggung jawab. Seluruh dunia adalah sebuah panggung... dan ayah memainkan salah satu peran yang vital.
6. Jadilah Seorang Guru : Banyak para ayah yang berpikiran bahwa mengajar adalah sesuatu yang dilakukan oleh orang lain. Tetapi, para ayah yang mengajarkan kepada anaknya mengenai benar dan salah akan mendorong mereka untuk melakukan yang terbaik dan akan melihat anaknya membuat pilihan yang baik. Gunakanlah contoh dalam kehidupan sehari-hari untuk membantu anak-anak mempelajari hal-hal dan nilai-nilai dasar dalam kehidupan.
7. Makan Bersama Keluarga : Makan bersama sekeluarga (sarapan, makan siang atau makan malam) dapat menjadi bagian yang penting dalam kehidupan berkeluarga yang sehat. Pada saat ini adalah kesempatan bagi anak untuk membicarakan tentang apa yang mereka lakukan dan apa yang ingin dilakukan. Ini juga adalah kesempatan yang baik bagi ayah untuk mendengarkan dan memberikan saran atau nasihat. Yang paling penting, makan bersama ini adalah waktu bagi keluarga untuk berkumpul bersama setiap harinya.
8. Bacakan Cerita Untuk Mereka : Pada dunia dimana TV biasanya mendominasi kehidupan anak-anak, adalah hal yang penting bagi ayah agar berupaya untuk membacakan cerita kepada anaknya. Cara terbaik bagi anak untuk belajar adalah dengan melakukan dan membaca, serta dengan melihat dan mendengar. Mulailah membacakan cerita kepada anak pada saat mereka masih kecil. Pada saat mereka mulai besar, anjurkan mereka untuk membaca sendiri. Menumbuhkan rasa suka membaca pada anak adalah salah satu cara terbaik untuk mengarahkan mereka untuk memiliki kehidupan dan perkembangan karir yang baik.
9. Perlihatkan Rasa Kasih Sayang : Anak-anak membutuhkan rasa aman dan nyaman yang mereka peroleh dan rasakan saat mereka merasa diinginkan, diterima dan disayangi oleh keluarganya. Orang tua, terutama ayah, sebaiknya merasa nyaman dan berkeinginan untuk memeluk mereka. Memperlihatkan rasa kasih sayang setiap hari adalah cara terbaik untuk menunjukkan kepada mereka bahwa anda menyayanginya.
10. Sadari Bahwa Tugas Seorang Ayah Tidak Pernah Berakhir : Meskipun mereka sudah tumbuh dewasa dan siap untuk meninggalkan rumah, mereka akan tetap kembali kepada ayahnya untuk mencari kearifan/kebijaksanaan dan saran. Apakah itu berkaitan dengan kuliahnya, kantor / kerja yang baru ataupun pernikahan, seorang ayah akan terus memainkan peran yang penting dalam kehidupan mereka pada saat mereka tumbuh dan mungkin terus sampai saat mereka akan menikah dan membangun keluarganya sendiri.
Jumat, 11 Februari 2011
Susahnya Memilih Sekolah Untuk Anak
Namun, ketika tiba waktunya memilih dan mendaftarkan Daffa ke TK, baru terasa betapa sulit menetapkan pilihan... Sebelum menjadi orangtua, tidak pernah terbayangkan oleh saya memilih sekolah itu begitu susahnya (atau jaman sudah berubah...). Ketika orangtua saya dulu memilih sekolah untuk saya, alasan utama mereka hanya tempat yang dekat dengan rumah agar mudah untuk diantar jemput. Sesederhana itu.
Namun, bagi saya tidak segampang itu. Sangat susah mencari sekolah yang sesuai dengan visi dan misi saya sebagai orang tua... Materi pelajaran bagus, lingkungan bagus, pergaulan bagus, berbasis agama, tidak terlalu banyak murid dalam satu kelas atau yang terasa pas di hati dan lebih penting lagi pas di kantong.
Berbekal survey yang telah saya lakukan sejak dulu dan info tambahan yang saya peroleh dari berbagai sumber serta melakukan shortlisting, maka tibalah waktunya untuk memutuskan sekolah yang pas buat Daffa. Beberapa pilihan yang ada yaitu:
Pertama
Sekolah dengan lingkungan yang sangat bagus, bersih, asri, besaaar... tetapi harganya bikin kantong jebool dan cukup jauh dari rumah :(
Kedua
Sekolah yang sudah mempunyai nama dan reputasi. Mendengar testimoni teman-teman, metode pengajarannya oke. Tapi, ketika didatangi ternyata lingkungan sekolahnya tidak begitu pas di hati meskipun jaraknya cukup dekat dengan rumah.
Ketiga
Sekolahnya agak jauh dari rumah, metode pelajaran sesuai di hati, tapi pada saat mengunjungi sekolah tersebut Daffanya malah ga suka sama sekali dengan lingkungan sekolahnya.
Keempat
Sekolah yang dekat dengan rumah dengan lingkungan yang menyenangkan dan berbasis agama. Tetapi uang sekolahnya agak sedikit memaksa... Biaya pendaftaran dan bulanannya cukup mahal. Demi pendidikan anak, masih bisa kami usahakan dengan mengurangi beberapa pos pengeluaran bulanan yang dinilai tidak terlalu penting.
Setelah menetapkan yang keempat sebagai pilihan, maka Daffa pun ikut test ujian dan diterima masuk di sekolah tersebut. Namun menjelang deadline pembayaran pendaftaran... Datanglah pilihan kelima yang menjadi pilihan akhir saya.
Kelima
Lokasinya agak sedikit jauh dari rumah namun dikelola dengan baik, metode pengajaran sih konvensional ga muluk-muluk namun lingkungan sekolah luas, bersih, asri dan yang penting pas di kantong... masih masuk akal untuk sebuah sekolah TK.
Saya ingin share beberapa hal yang menurut saya perlu diperhitungkan saat memilih sekolah TK untuk anak. Kita dapat menggunakan teknik pembobotan untuk masing-masing poin di bawah dan kemudian melakukan cost-benefit analysis dalam menetapkan pilihan akhir, karena sangat kecil sekali kemungkinan seluruh poin tersebut dapat terpenuhi semuanya.
- Misi dan visi orang tua. Apakah anda telah memiliki preferensi dan target untuk menyekolahkan anak anda di sekolah yang berbasis agama, international school, sekolah termahal, home schooling, atau sekolah khusus / tertentu lainnya? Hal ini merupakan poin utama karena dapat mengalahkan poin-poin lainnya dibawah secara mutlak.
- Lokasi sekolah dari rumah jangan terlalu jauh, kasihan anak kita jika terlalu lama berada di perjalanan menuju sekolahnya. Apalagi kalau dia harus bangun dan berangkat sekolah jam 5 pagi atau lebih pagi lagi.
- Lingkungan dan pergaulan di sekolahnya. Hal ini menjadi salah satu aspek penting karena saya tidak ingin anak saya mulai berbicara menggunakan kata-kata tidak baik dan sejenisnya yang dia peroleh dari teman sekolah.
- Metode pengajarannya. Hal ini perlu diperhitungkan meskipun sebenarnya tidak terlalu saya pusingkan saat memilih sekolah TK Daffa. Menurut saya, di TK anak-anak cukup bermain sambil belajar dan membiasakan diri bersosialisasi dengan anak-anak lainnya.
- Kondisi keuangan keluarga. Tentunya kita menginginkan yang terbaik untuk anak kita tercinta. Tetapi jangan terlalu memaksakan terutama untuk sekolah TK yang menurut saya belum kritikal dimana mereka lebih banyak bermain sambil belajar dan bersosialisasi.
- Status sosial mayoritas murid di sekolah tersebut. Ini perlu menjadi perhatian bagi kita kerena apabila perbedaannya cukup jauh, kita harus dapat menanamkan rasa pengertian pada anak agar tidak terlalu menuntut dan tidak merasa minder apabila kita tidak ingin / tidak dapat memberikan apa yang dimiliki anak-anak lainnya. Hal ini dapat berakibat buruk bagi anak secara psikologis... Kan repot juga kalau nanti anak kita berkata "Ayah, Ibu, anak-anak lainnya pada liburan ke luar negeri kok kita cuma ke pulau seribu?... atau "Ayah, Ibu, beliin blackberry dong, teman-teman sekolah semuanya pake blackberry... saya diledekin terus sebagai anak orang miskin."-- (ini sebenarnya issue yang cukup besar, mungkin nanti bisa dijabarkan pada artikel selanjutnya)
Itulah pendapat saya. Apabila anda memiliki pendapat lainnya, silahkan di-share pada comment di bawah. Selamat mencari sekolah! Apapun keputusan kita dalam memilih sekolah, semoga anak-anak kita menjadi generasi penerus bangsa yang lebih baik dan tidak hanya berguna bagi nusa bangsa tapi juga untuk agama... Amin.
Note: Pssst... Tulisan ini saya bikin tanpa ada maksud untuk mempromosikan sekolah tertentu. Jadi, jangan tanya nama sekolah yang akhirnya saya pilih ya... Terima kasih atas pengertiannya.
Tips cara Menghadapi Anak yang Pemarah (Ngambek)
Mudah-Mudahan artikel hasil karangan kak Seto di bawah dapat membuat kita, terutama saya, dapat menghadapi si kecil yang sedang marah dengan lebih bijak tanpa harus ikutan marah juga... Dan dapat menjadi orang tua yang lebih baik.
Pengarang: Dr.Seto Mulyadi
Sumber: http://id.shvoong.com
Orangtua seringkali menghadapi kemarahan anak yang cenderung agresif sehingga sulit memahami kemarahan mereka dan hal tersebut malah membuat orangtua binggung dan tidak tahu bagaimana harus menghadapi dan meredam kemarahan si anak.
Banyak cara anak dalam mengekspresikan kemarahannya ada yang langsung mengutarakan keinginannya pada orangtua sambil marah-marah dan menangis, bahkan ada yang sampai melempar dan membanting barang-barang, atau adapula anak yang ngambek bersikap diam dan cenderung menarik diri karena memendam rasa marahnya.
Sebenarnya ada beberapa sebab mengapa anak marah atau bahkan menjadi pemarah, biasanya karena Janji Pada Anak yang Tidak Kita Tepati, Mencari Perhatian, Dipaksa Disiplin, Cemburu Pada Saudara, Orangtua yangTerlalu Mendikte, Tidak Mampu Menyesuaikan Diri Dengan Perubahan atau bahkan bisa jadi mereka meniru orangtua mereka sendiri. Jadi sebisa mungkin kita selalu berusaha bersikap baik dan sopan didepan anak, jangan sekali-kali marah-marah atau malah berkelahi di depan mereka.
Itu sebabnya sebenarnya orangtua adalah contoh utama dalam perkembangan watak dan sikap anak, disamping itu kekompakan dan konsistensi dalam menghadapi mereka adalah kunci keberhasilan dalam mendidik anak.
Berikut akan disampaikan Cara Tips & Trik Menghadapi Kemarahan Anak berdasarkan sebab2 kemarahan mereka :
A. Jika anak marah karena JANJI PADA ANAK YANG TIDAK DITEPATI, berikut CARA TIPS & TRIK BERJANJI SECARA BIJAK:
- Ketika membuat janji sebaiknya gunakan konsep waktu yang jelas. Bila perlu tunjukkan kalender kepada anak dan beritahu kapan kita bisa menepati janji. Jangan gunakan kata “nanti” karena dapat diartikan si anak hari ini atau besok.
- Sebaiknya jangan mengobral janji pada anak yang belum tentu dapat kita tepati. Pikirkan dulu baik-baik ketika akan membuat janji pada anak.
- Jangan menjanjikan sesuatu agar si anak berhenti menangis atau berhenti bertingkah nakal, karena anak akan cenderung mengulanginya lagi untuk memperoleh sesuatu yang diinginkannya.
- Buat reminder atau catatan janji kita pada anak, perlakukan mereka seperti klien kita di kantor bahkan jadikan mereka klien utama anda.
B. Jika anak marah karena MENCARI PERHATIAN, berikut CARA TIPS & TRIK MENGHADAPI MEREKA:
- Memeluknya dan mengungkapkan kata sayang pada anak adalah ungkapan paling mudah yang dapat diartikan anak sebagai wujud kasih sayang orangtua.
- Tetap bersikap tenang, jangan panik dan buru2 memenuhi keinginan mereka ketika sedang marah, jika tidak kemungkinan besar anak akan mengulangi perilaku marah mereka.
- Menggoda dengan humor dan menggelitik anak, sambil menanyakan mengapa mereka marah. Terkadang cara ini cukup berhasil.
- Hindari kata “tidak” dan “jangan” pada anak. Gunakan suara tenang jangan berteriak dan bernada marah.
- Sampaikan pada anak ada cara lain yang lebih baik untuk memperoleh perhatian, saat menyampaikan ini usahakan anda dekati mereka posisikan diri anda sejajar dengan anak dan lakukan kontak mata. Berikan pujian positif apabila anak menuruti anda dan berperilaku baik.
- Sampaikan pada anak untuk bersikap sabar, apapun yang mereka inginkan perlu waktu dan usaha. Dan beri pujian bila ia mampu untuk lebih bersabar.
- Berikan timeout dengan membiarkan anak untuk menenangkan diri disuatu ruangan yang tenang. Jangan pernah mengatakan “masuk kamar sekarang, dan jangan keluar sampai kamu perbaiki tingkah lakumu !”, cukup katakan pada mereka “tenangkan dirimu dulu jika merasa lebih baik baru kita bicara”.
C. Jika anak marah karena DIPAKSA DISIPLIN, berikut CARA TIPS & TRIK MENUJU DISIPLIN YANG EFEKTIF:
- Untuk mengubah perilaku buruk anak, orangtua juga harus mengetahui motivasi dibalik tingkah lakunya. Misalnya karena bosan, cari perhatian, balas dendam atau ingin unjuk kekuatan.
- Tentukan batasan yang jelas pada anak apa yang boleh dan apa yang tidak boleh dengan detil.
- Terapkan batasan atau aturan tersebut pada setiap anak dalam keluarga termasuk orangtua.
- Konsekuensi disiplin yang sama seperti kasus sebelumnya. Tanpa konsekuen dalam disiplin akan membingungkan anak.
- Jangan memberi disiplin dimuka umum akan membuat anak malu dan marah, bicarakanlah berdua saja dengan anak.
- Dibutuhkan ketegasan orangtua dalam menerapkan disiplin, namun jangan melakukannya dengan berteriak dan membentak anak. Sampaikan semuanya dengan tenang tapi jelas.
- Jangan pernah menghukum anak secara fisik seperti memukul.
- Berikan sanksi segera setelah anak melakukan kesalahan jangan pernah menundanya, hal ini akan membuat anak mengira orangtua tidak sungguh2 menerapkan disiplin.
- Orangtua perlu melakukan pengawasan sejauh mana anak bersungguh2 menjalankannya.
10 Alternatif Selain Memukul Si Kecil
Menurut American Academy of Pediatrics, pemukulan terhadap anak terjadi setidaknya sekali dalam seminggu oleh orang tua dari keluarga kelas menengah. Kenapa banyak orang tua yang memukul anaknya? Kita mungkin berasumsi bahwa dengan pukulan, anak lebih cepat mengerti dan sadar akan kesalahannya. Tetapi sebenarnya, pukulan itu hanya berhasil jika dan hanya jika anda melihatnya dalam jangka pendek. Lucy, anak berusia 3 tahun, mengambil bonekanya dan lari secepat-cepatnya ketakutan setelah ibunya memberi pukulan di pantat. Namun guru Lucy di sekolah perlu memperhatikan Lucy dengan seksama karena dia memiliki kecenderungan untuk mem-"bully" anak-anak lainnya yang lebih muda. Apakah ada keterkaitan antara kedua hal tersebut?
Pada tahun 2002 dilakukan riset mengenai bagaimana pemukulan berefek kepada anak. Psychologist Elizabeth Thompson Gershoff dari Columbia University's National Center for Children in Poverty melakukan analisa terhadap data yang telah dikumpulkan selama 62 tahun dan menemukan bahwa semakin sering anak dipukul, semakin besar risiko anak tersebut mengalami masa kecil yang agresif (childhood aggression) dan perilaku anti-sosial lainnya seperti berbohong, berlaku curang dan "bullying". Anak-anak yang dibesarkan dengan pukulan biasanya tidak mempelajari cara membedakan yang mana yang benar dan yang salah dan biasanya berperilaku tidak benar dibelakang orangtuanya. Salah satu dari ibu yang pro memukul anak mengatakan "Anak saya berperilaku baik jika saya memukulnya -- tapi saya tidak tahu apakah dia begitu karena takut atau karena dia belajar untuk membedakan yang benar dan yang salah." Yang pasti, pukulan mengubah anak.
Jadi, apakah alternatifnya? Strategi berikut didasari pada keyakinan bahwa setiap anak berhak untuk diperlakukan dengan respect, meskipun pada saat ia bertingkah.
10 cara alternatif untuk menangani dilema dalam mendisiplinkan anak
1. Tegas namun tetap Sabar
Anak-anak cenderung lebih mendengarkan apa yang anda katakan jika menggunakan intonasi biasa / netral / standar.
2. Diamlah sejenak
Tidak ada salahnya anda mengatakan, "Bunda terlalu marah untuk menangani ini sekarang, kita bicarakan hal ini nanti."
3. Didik anak anda
Pada saat anda merasa ingin menghukum anak anda karena satu dan lain hal, cobalah untuk memberikan pengertian kepadanya. "Ibu tidak suka kalau kamu meletakkan sepatu roda di ruang depan. Lain kali, tolong letakkan di dalam gudang. Bagaimana supaya kamu bisa mengingat itu?"
4. Bersikap Positif
Daripada mengatakan "Berapa kali ayah harus menyuruh kamu untuk menyikat gigi?!", katakan "Ayo sikat gigi, nanti kalau sudah selesai, ayah antarkan ke tempat tidur."
5. Berikan penjelasan, bukan ancaman
Dengan memberikan anak anda penjelasan singkat kenapa dia harus melakukan apa yang anda suruh, anda memberikannya alasan untuk menjaga kelakuannya.
6. Jangan marah
Daripada memusatkan perhatian anda pada kesalahan / kelakuan buruk anak anda, cobalah untuk memandang setiap konflik sebagai kesempatan untuk mengarahkan dan mendidik anak anda.
7. Berikan insentif
Arahkan anak anda untuk bersikap kooperatif dengan cara seperti "Sudah waktunya kita pulang, ayo naiklah perosotan sekali lagi kemudian kita pulang. Mama ingin sampai di rumah sebelum gelap agar kita sempat membuat kue."
8. Fleksible
Jika si kecil meminta "Bolehkah saya menyelesaikan film ini sebelum kita pergi?" dan anda sebenarnya masih memiliki banyak waktu dan tidak terburu-buru, berikanlah dia kesempatan untuk menyelesaikan film-nya. Ini adalah cara yang baik bagi si kecil untuk mempelajari mengenai artinya negosiasi.
9. Hentikan sikap otoriter
Bersikap keras dan menunjukkan kekuasaan anda pada si kecil hanya akan membuat anda merasa frustasi dan hal ini sangat tidak produktif. Ajaklah anak anda untuk bersikap kooperatif dengan cara seperti, "Ibu ingin kamu memakai baju yang bersih, tapi kamu selalu memakai baju yang sama setiap hari. Apa yang membuat kamu pengen memakai baju itu terus dan bagaimana kita dapat menyelesaikan permasalahan ini?" Kemungkinan anak anda untuk bersikap kooperatif jauh lebih besar jika solusi berasal dari dirinya sendiri.
10. Be Smart
Para orang tua biasanya menangani permasalahan dengan suatu cara tertentu meskipun cara tersebut tidak membantu. Jika yang anda lakukan tidak berhasil, carilah cara yang lebih efektif dalam menanganinya. Tip: Jauh lebih gampang untuk mengubah cara anda dalam menangani / menghadapinya dibanding mencoba mengubah anak anda. Tanyalah pada diri anda, "Apakah cara lain yang bisa saya lakukan agar dapat memperoleh reaksi yang lebih baik dari anak saya?"
Diterjemahkan secara bebas dari : http://www.ivillage.com
